Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas - Polantas RI
Showing posts with label Teori. Show all posts
Showing posts with label Teori. Show all posts

Monday, June 5, 2017

Gimana Sih Cara Parkir yang Baik dan Benar, serta Aman?

Bagi kalian yang baru saja bisa mengemudikan mobil, parkir merupakan salah satu momok yang selalu menghantui. Tak jarang kita minta bantuan orang lain untuk memarkirkan mobil kita, termasuk untuk mengeluarkan mobil dari garasi atau ruang yang sempit. Oleh karena itu, kami akan berbagi tips bagaimana kita parkir dengan baik, benar, dan aman. 
  1. Jangan pernah kalian parkir di tempat yang ada tanda (rambu) dilarang parkir atau dilarang berhenti. Rambu tersebut sebenarnya dibuat untuk keselamatan dan ketertiban kita bersama, jadi pasti ada maknanya. Selain kalau kita ngeyel tetap parkir, ya siap-siap saja diderek atau ditilang.
  2. Jangan memarkirkan mobil di posisi jalan yang menikung, menanjak, dan menurun. Kondisi jalan seperti ini sangat berbahaya bagi kendaraan kita dan orang lain. Kalau masih nekat ya siap-siap keserempet ataupun penyok depan belakang mobilnya.
  3. Meskipun memarkir mobil di bawah pohon rindang membuat mobil kita tidak terpapar sinar matahari, tapi waspadai juga resikonya. Sangat mungkin cat mobil kita ternoda oleh getah atau apapun yang berasal dari pohon tersebut. Jika cuaca sedang tidak bersahabat, seperti angin kencang dan hujan lebat, maka besar resikonya kendaraan anda akan jadi korban tertimpa pohon tumbang. Jadi mesti bijak soal yang satu ini ya.
  4. Selalu pastikan kendaraan kalian dilengkapi pengaman Guys, bisa berupa alarm mobil, kunci stir, atapun berbagai produk keamanan lainnya. Mencegah lebih baik daripada menyesal dikemudian hari kan. 
  5. Meskipun sudah dilengkapi piranti keamanan, tetap selalu hati-hati juga memarkir mobil di sembarang tempat, karena berbahaya bagi keamanan. Kalian tidak lupa kan kasus pencurian mobil dan harta benda yang ada di dalam mobil? Maling biasanya selalu selangkah lebih maju.

detiknews.com

Bila kalian sudah mempraktikan beberapa tips parkir dalam konteks dimana kendaraan kita pasif, maka selanjutnya kami akan berbagi bagaimana memarkirkan mobil (kendaraan aktif alias bergerak). Simak uraian berikut ini Guys:
  1. Ada beberapa jenis parkir diantaranya parkir parallel (searah jalan), parkir seri (berjajar), dan model parkir serong (menyamping).
  2. Hal sangat mendasar yang perlu kalian pahami adalah bahwa daerah sekeliling mobil harus benar-benar kita kuasai, yakni dengan memperhatikan tiap sudut bagian luar mobil kita (depan kiri, depan kanan, belakang kiri dan belakang kanan). Caranya dengan melihat langsung, untuk bagian depan dan dengan spion kanan-kiri dan spion tengah (untuk melihat belakang).
  3. Kuncinya lagi adalah bila kalian ingin mengarahkan sudut mobil bagian belakang ke kiri, maka putarlah stir ke arah kiri, dan berlaku sebaliknya, bila ingin sudut belakang kendaraan ke arah kanan maka putarlah stir ke arah kanan. Jadi jelas ya jangan tertukar.
  4. Bila kalian ingin ke arah kiri depan, maka perhatikan juga bagian kiri belakang melalui spion sebelah kiri. Ini berlaku juga bila kalian ingin mengarahkan mobil ke arah kanan depan, maka harus dilihat pula bagian mobil sebelah kanan melalui spion kanan. Karena bila kita tidak melakukan hal tersebut, meskipun bagian depan mobil kita masuk, tapi bagian samping atau belakang belum tentu bisa masuk. Akhirnya menyebabkan bodi mobil menyerempet kendaraan atau tembok, atau benda apapun yang ada di sebelah mobil. Bisa juga ban kita justru tercebur ke dalam saluran air karena kita tidak memperhatikan bagian belakang.
  5. Poin no. 4 juga berlaku bila kita ingin menggerakan kendaraan kita ke arah belakang. Sudut kanan depan dan kiri depan harus selalu diperhatikan. Bila kita hendak ke arah kanan belakang, maka bagian kiri depan harus dilihat juga, demikian sebaliknya.
  6. Untuk mobil kekinian, untuk parkir ada bantuan sensor yang biasanya terletak di bagian belakang mobil (bumper). Selain melalui spion, penampakan bagian belakang juga dapat dilihat melalui monitor yang ada di dalam mobil. Meskipun begitu, kami tetap menyarankan agar kalian tetap menoleh bila memang tidak yakin. Tapi harus diingat kalau sedang ujian SIM ini jangan dilakukan ya, nanti tidak lulus..hehehehe.
  7. Keseimbangan antara gas, rem, dan kopling (transmisi manual) harus benar-benar dijaga, jangan sampai kebablasan karena terlalu kencang. Jadi sesuaikan kecepatan, parkirkan tidak perlu ngebut. Selain itu jangan sampai ketinggian juga koplingnya, nanti mati-mati terus mesinnya.
  8. Khusus untuk mobil dengan transmisi matic, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita mengatur gas dan rem kita. Gas harus dapat kita kuasai betul, jangan sampai karena panik atau kita tidak konsentrasi gas terlalu besar. Sehingga mobil melaju sangat kencang dan membahayakan. Pesan kami, hati-hati dengan gasnya. Benar-benar harus dirasakan Ya. Caranya bagaimana, tempelkan saja kaki kita ke gas, lagi pula mobil dengan transmisi matic tidak perlu diinjak gasnya sudah jalan Kok. Kalau kurang gasnya, kita bisa tambahkan dengan menginjak pedal gasnya sedikit saja.
  9. Terakhir, kalian harus percaya diri, tenang dan jangan mudah panik Ya. Kalau dengar bunyi klakson karena ada yang tidak sabar, suruh orang itu aja untuk parkirin, hehehehe.

imgur.com

Oke Guys, kira-kira, begitulah tips dan trik kalau mau belajar parkir, selamat mencoba ya, dan semoga sukses.


Wednesday, August 17, 2016

Nyalip Sopan dan Aman




Dalam  berkendara, kita semua pasti pernah mengalami dua kejadian yang tidak bisa dihindari, yakni didahului dan mendahului kendaraan lain. Pada kesempatan ini, kami akan berbagi tips bagaimana mendahului kendaraan lain dengan aman, dan tentunya tetap memakai tata krama.

  1. Hal pertama yang harus pahami adalah mendahului kendaraan lain bukanlah ajang gaya-gayaan alias ugal-ugalan di jalan raya. Mendahului kendaraan lain dapat terjadi karena memang kendaraan lain melaju lebih rendah ketimbang kita (ingat ada batas minimum dan maksimum kecepatan). Bila kondisinya pengendara di depan kita berada pada batas minimum kecepatan kendaraan dan kita ada pada batas maksimum, otomatis kita akan mendahului kendaraan di depan kita.
  2. Pastikan jaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan kita. Karena bila jarak kita terlalu dekat dengan kendaraan di depan, dan tiba-tiba kendaraan tersebut melakukan pengereman mendadak, maka sangat rawan terjadi tabrakan beruntun.
  3. Perhatikan rambu-rambu lalu-lintas, apakah diperbolehkan untuk mendahului dan apakah memungkinkan untuk mendahului. Biasanya akan ada rambu-rambu dilarang mendahului pada jalanan menanjak, menurun, tikungan, dan jembatan. Pokoknya perhatikan rambu lalu-lintas. Selain itu jangan lupa perhatikan marka jalan. Marka jalan yang lurus dan tidak terpotong (tidak putus-putus) menandakan tidak boleh mendahului kendaraan lain di jalur tersebut.
  4. Bila rambu lalu-lintas yang kita perhatikan aman (boleh mendahului, jalan tidak menyempit, tidak ada orang menyeberang, jalan tidak licin, dsb) maka mari kita siapkan diri dan kendaraan kita untuk bersiap mendahului.
  5. Perhatikan tanda atau isyarat yang diberikan kendaraan yang akan kita dahului. Apakah dia memberikan sen kiri, sen kanan, atau bahkan mengerem. Bila itu kendaraan besar, seperti truk, coba perhatikan juga apakah itu truk gandeng.
  6. Pastikan juga pandangan kita tidak terhalang, artinya arah depan terbuka lebar. Perhatikan juga kendaraan yang datang dari arah berlawanan bila itu bukan jalur satu arah.
  7. Selanjutnya, kita juga harus memperhatikan kendaraan yang datang dari belakang. Oleh karenanya perhatikan spion kanan kita. Bisa saja tiba-tiba kendaraan yang ada di belakang mencoba untuk mendahului kita.
  8. Kita juga sebaiknya memberikan tanda kepada mobil yang ada di depan bahwa kita akan mendahuluinya. Diwajibkan kita menggunakan sen kanan dan mendahului kendaran lain dari sebelah kanan. Tanda juga dapat berupa klakson (jangan banyak-banyak, sekali tekan saja). Bisa juga tanda dalam bentuk memberikan lampu dim. Tapi kalian mesti hati-hati dalam memberikan klakson dan lampu dim. Karena bila tidak, kalian akan dicap kurang ajar alias brengsek. Kita pasti pernah berkendara kemudian kita diklakson berkali-kali dan diberikan lampu dim sampai kita silau. Padahal kita berkendara sesuai dengan kecepatan maksimum. Namun kendaraan dibelakang kita entah pengen pipis atau melahirkan mereka memacu mobilnya melebih batas kecepatan maksimum. Klakson dan lampu dim ini kerap memicu perselisihan antar pengendara.
  9. Ketika hendak mendahului kendaraan lain, kita juga harus memastikan apakah mobil kita mampu untuk dipacu melampaui kecepatan mobil yang ada di depan. Karena bila tidak itu justru berbahaya.
  10. Bila kita tidak memiliki ancang-ancang yang cukup, gunakan gigi rendah agar kita dapat mencapai torsi maksimum dari kendaraan kita. Artinya turunkan kecepatan ke gigi lebih rendah agar tenaga mesin menjadi lebih besar.
  11. Setelah kita berhasil mendahului kendaraan lain jangan buru-buru pindah lajur. Pastikan kita memiliki ruang untuk berpindah lajur dari lajur kanan ke lajur kiri. Caranya perhatikan spion kiri kita.
  12. Kita harus legowo juga bila didahului kendaraan lain. Sebaiknya memberikan ruang yang cukup dan kurangi kecepatan bila ada kendaraan lain hendak mendahului kita.

Demikianlan beberapa tips dari kami bila akan mendahului kendaraan lain di jalan. Semoga bermanfaat dan tetap utamakan keselamatan, kenyamanan, dan toleransi dalam berkendara.

Sunday, October 26, 2014

Belajar Tanjakan Macet

Siswa sedang belajar tanjakan macet

Saat kursus mengemudi, salah satu pelajaran yang membuat cenat-cenut siswa adalah belajar mengemudikan mobil di jalanan yang menanjak dan dalam posisi macet (tanjakan macet). Ketakutan kalau mobil bergerak mundur dan bunyi klakson dari kendaraan yang ada di belakang dipastikan membuat keringat mengucur tak karuan. Tapi bila anda belajar di tempat kursus stir mobil, maka tak perlu kuatir. Berikut ini merupakan teknik yang bisa dipakai sebelum anda praktik bersama instruktur:


1.    Pastikan selalu anda menggunakan transmisi atau gigi 1 saat anda menghadapi tanjakan macet.

2.    Cara pertama bisa menggunakan bantuan rem tangan. Ketika mobil anda berhenti di tanjakan, tarik rem tangan dan biarkan persneling anda pada posisi neutral. Ketika hendak berjalan lagi, injak kopling penuh dan pindahkan tuas persneling ke gigi 1. Angkat kopling pelan-pelan hingga terdengar terdengar dan terasa getaran pada mesin. Kemudian injakan kaki kanan pada gas dan turunkan rem tangan anda. Jaga keseimbangan kopling dan gas, sebagaimana anda menjalankan mobil pada jalanan datar. Bisa juga anda langsung mengangkat kopling, kemudian diiringi dengan gas dan secara bersamaan menurunkan rem tangan.

3.    Cara kedua mirip dengan cara pertama. Ketika mobil berhenti pada tanjakan macet tentu anda akan melakukan pengereman. Cara kedua adalah menaklukan tanjakan macet dengan posisi kaki menginjak rem. Hal ini biasanya dilakukan ketika mobil hanya berhenti sebentar, sehingga tidak diperlukan rem tangan. Sebelum anda melaju lagi, angkat kopling hingga terdengar dan terasa getaran pada mesin mobil. Setelah itu pindahkan kaki kanan yang menginjak rem pada gas dan diiringi dengan mengangkat kopling pelan-pelan (menyeimbangkan dengan gas).

4.    Cara ketiga adalah dengan menyeimbangkan gas dan kopling. Sehingga anda bisa berhenti ditanjakan macet tanpa harus menggunakan rem. Namun cara ini tak usah dilakukan, sebab hanya akan membuat kampas kopling anda cepat habis dan jebol.

Demikian  teori yang bisa anda praktikan. Selamat mencoba...salam tulus

Sunday, October 5, 2014

Cara Mengemudi Mobil Manual

Dewasa ini, mobil dengan transmisi manual memiliki 5 (lima) percepatan ditambah dengan fungsi R (reverse) untuk mundur. Berikut kami akan memberikan teknik mengoperasikan transmisi manual untuk mempermudah dalam memberikan gambaran bagi pembaca sekalian sebelum praktek langsung di jalan.

Sumber: malesbanget.com

Pertama, pastikan persneling atau transmisi dalam kondisi neutral, caranya goyangakan tuas persneling ke kanan dan ke kiri (horizontal), bila tuas bergerak dengan mudah atau tidak kaku, berarti posisi persneling sudah neutral. Cara kedua bisa dilakukan dengan menggerakan tuas ke atas atau ke bawah, bila bisa digerakan ke atas dan ke bawah, berarti tuas sudah berada pada posisi neutral.

Kedua, bila posisi persneling sudah berada pada posisi neutral, nyalakan mesin. Sebagian mobil bisa dinyalakan langsung dengan memutar kunci kontak, sebagian menggunakan tombol starter, sebagian menstarter mesti diiringi dengan menginjak kopling, dan sebagian lagi menstarter mesti dengan menginjak rem (pastikan anda membaca buku pedoman, karena pengoperasian tersebut tergantung jenis kendaraan anda masing-masing).

Ketiga, setelah mobil menyala, injak kopling sampai dasar (biasa disebut dengan injak kopling penuh). Setelah itu, geser tuas hingga ke ujung kiri kemudian gerakan lagi mengarah ke atas. Pada posisi ini anda sudah berada pada posisi gigi 1.

Keempat, geser tuas lurus ke bawah (vertikal). Anda akan melewati posisi neutral kemudian gerakan ke bawah lagi dan anda telah berada di posisi gigi 2.

Kelima, geser tuas vertika ke atas hingga posisi neutral kemudian gerakan ke arah kanan sedikit, lalu arahkan ke atas. Ini adalah posisi gigi 3. Untuk menuju gigi 4, maka tinggal anda gerakan vertikal ke bawah tuas persneling anda. Sama seperti pada posisi gigi gigi 1 menuju gigi 2, maka dari gigi 3 menuju gigi 4, anda juga akan melewati posisi neutral.

Keenam, naikan kembali tuas ke atas (pada psosisi neutral) kemudian gerakan hingga ke ujung kanan lalu naikkan tuas ke atas. Sekarang anda sudah berada pada posisi gigi 5.

Bila anda ingin menggerakan mobil mundur, maka dari posisi gigi berapapun anda bisa langsung memindahkan persneling ke posisi R. Caranya arahkan tuas pada posisi neutral, kemudian gerakan ke arah ujung kanan hingga mentok lalu arahkan ke bawah.


Demikian pengenalan tranmisi manual dari kami. Silahkan mencoba-coba di rumah. Sehingga saat anda memulai kursus mengemudi, sudah tidak canggung lagi. Pastikan ketika anda mencoba, posisi kaki kiri menginjak kopling full dan jangan pernah diangkat. Karena bila kondisi mesin menyala dan persneling anda tidak berada pada posisi neutral dan kopling tidak anda injak penuh, maka mobil akan melaju dan bisa menabrak. Tips ini juga hanya berlaku untuk sebagian besar mobil Jepang, khusus untuk mobil Eropa, seperti Mercedes dan BMW berbeda. Beberapa mobil Korea juga memiliki pengoperasian transmisi manual yang berbeda. Untuk lebih jelasnya silahkan anda melihat buku pedoman. Pastikan anda didampingi oleh orang yang piawai. Selamat mencoba dan bagi anda yang tinggal di sekitar Tangsel, kami tunggu anda di kursus stir mobil TULUS JAYA.

Wednesday, September 17, 2014

Cara Mengemudi Agar Selamat

Kecelakaan lalu-lintas dewasa ini menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat. Data WHO bahkan menyebutkan bahwa kecelakaan lalu-lintas merupakan penyebab kematian No.3 setelah Jantung dan Stroke. Di Indonesia sendiri, Data Kepolisian RI menyebutkan, pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun (2,9% - 3,1 % dari Pendapatan Domestik Bruto/PDB Indonesia) (bin.go.id).


Untuk itulah kita perlu mengantisipasi hal tersebut agar terhindar dari kematian akibat kecerobohan atau kekonyolan kita. Berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa dijadikan panduan bagi pengemudi agar selamat hingga ke tempat tujuan.

1.    Pastikan anda dalam keadaan sehat. Setelah itu pastikan juga kendaraan anda dalam kondisi layak jalan. Periksa oli, kelistrikan (ACCU), air radiator. Pastikan wiper dan lampu-lampu kendaraan serta rem berfungsi dengan baik sebelum anda menjalankan mobil. Periksa juga kondisi ban, baik tekanan angin maupun ketebalan bunganya (gundul apa tidak ban kita). Pastikan juga kita sudah membawa perangkat seperti kunci, dongkrak, segita pengaman, kotak P3K di dalam mobil.

2.    Selalu biasakan untuk memanaskan mesin sebelum anda menjalankan mobil. Putar kunci ke kanan (bila menggunakan starter dengan kunci, biarkan terdengar seperti gas keluar. Setelah itu baru anda putar ke kanan lagi untuk men-starter). Memanaskan mobil penting agar mesin mendapat pelumasan yang cukup dan fungsi elektrik pada mobil berjalan dengan sempurna. Namun, pastikan anda memanaskan mobil ditempat yang aman, seperti di dalam garasi dan kunci pagar anda. Jangan anda meninggalkan mobil di luar pagar dan tanpa pengawasan bila tidak ingin menjadi korban pencurian. Buka juga kaca jendela agar ketika pintu mobil mengunci sendiri anda masih bisa membukanya dari dalam.

3.    Setelah mobil dipanaskan, periksa kelengkapan surat-surat anda, seperti STNK dan SIM. Ingat jangan sampai habis masa berlakunya. Setelah itu, masuklah ke dalam mobil, pastikan posisi kursi dan sandaran kepala anda nyaman. Pastikan jarak anda dengan kemudi, gas, rem,  dan kopling juga nyaman. Pastikan juga kaca spion anda mengarah pada posisi yang anda inginkan untuk melihat bagian samping dan belakang mobil. Terakhir, pastikan anda dan penumpang lainnya menggunakan sabuk pengaman.

4.    Setelah semua siap, anda bisa mulai menjalankan kendaraan anda, tapi jangan lupa berdoa dulu sesuai keyakinan anda masing-masing.

5.    Pastikan anda mengikuti semua rambu-rambu lalu-lintas dan memperhatikan marka jalan. Atur kecepatan kendaraan anda dengan kendaraan lain yang ada di sekitar anda. Bersikaplah mandiri dan jangan terpancing pengemudi lain disekitar anda. Selalu jaga jarak aman kendaraan anda.

6.    Selalu bersiap melakukan antisipasi untuk menghadapi keadaan darurat, seperti kecelakaan di depan kita. Anda juga harus sering memeriksa kaca spion. Pastikan anda waspada dengan keadaan sekeliling kendaraan anda.

7.    Jangan biasakan memacu kendaraan anda, karena selain mempersingkat umur kendaraan, hal tersebut juga bisa menyebabkan anda berpotensi mengalami kecelakaan.

8.    Gunakan selalu lajur kiri , karena lajur kanan hanya untuk mendahului. Gunakan juga selalu tanda (lampu sign) bila anda hendak berpindah jalur atau mendahului kendaraan lain.

9.    Jangan menggunakan ponsel saat mengemudi karena bisa menyebabkan kecelakaan akibat terganggunya konsentrasi anda. Nyalakan radio/tape dengan volume yang cukup, tak perlu keras bila anda ingin menghibur diri di jalan yang macet.

10.  Jaga penglihatan malam hari anda. Jangan menatap lampu-lampu kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Bila memang mata anda sensitif terhadap cahaya lampu, maka hindari mengemudi di malam hari.

11.  Saling menghormati sesama pengguna jalan.

12.  Tidurlah yang cukup dan jangan pernah mengemudi bila anda mengantuk. Bila mengantuk, segera hentikan kendaraan begitu anda menemukan tempat yang aman untuk beristirahat.

Tuesday, September 9, 2014

Cara Menggunakan Transmisi Matic

Kehadiran mobil dengan transmisi automatic menjadi berkah bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan yang tinggi, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tak hanya terbatas pada jalanan yang macet, mobil matic juga hadir untuk memanjakan kaki dan pikiran para pengemudinya dari beberapa konsep dalam mengendarai mobil manual, seperti: menginjak kopling, setengah kopling, menyelaraskan kopling dengan gas, dan sebagainya.

Transmisi 4AT pada Toyota Rush

Oleh karena itulah,  mobil dengan transmisi matic tak hanya digandrungi kaum Hawa tapi juga kaum Adam. Semboyan “Gentlemen Use 3 Pedal” tak berlaku bagi warga yang tinggal di wilayah macet. Bahkan, mobil matic sudah menjadi trend dikalangan anak muda.

Berikut ini, merupakan informasi dasar bagi para pembaca untuk dapat mengenali dan memahami transmisi matic. Sehingga bagi mereka yang sudah mengenal transmisi manual bisa cepat beradaptasi dan bagi pemula yang baru ingin belajar mengemudi mobil matic, tulisan ini bisa dijadikan panduan. Dari beberapa tipe transmisi automatic, tulisan ini hanya akan mengulas tipe Automatic Transmision (AT) dengan 4 percepatan (4AT) atau model konvensional.

1.    Pertama kita harus memahami dulu moda pengoperasian transmisi standar 4AT, seperti: P, R, N, D, D-3/ 3 (OD), 2, L.

2.    Park (P)
Posisi ini merupakan posisi wajib yang harus dipakai ketika mobil dalam keadaan parkir. Pada posisi ini, mobil tidak akan bisa digerakkan ke depan maupun ke belakang. Pada posisi ini pula kunci mobil baru bisa dicabut. Pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindah tuas ke posisi (P) untuk menghindari kerusakan.

3.    Reverse (R)
Posisi ini sama dengan mobil manual, yakni dipakai bila kita ingin menggerakan mobil mundur. Injak pedal rem dan pindahkan tuas ke posisi (R) dan lepaskan rem secara perlahan, maka mobil secara otomatis akan bergerak mundur. Pastikan juga mobil benar-benar berhenti sebelum memindah tuas ke posisi (R) untuk menghindari kerusakan.

4.    Neutral (N)
Bila tuas berada pada posisi (N), maka mobil tidak akan bergerak. Hal ini sama dengan posisi (N) di mobil manual. Posisi ini digunakan bila mobil berhenti sejenak, seperti di lampu merah, ataupun macet dalam waktu yang agak lama. Memindahkan tuas ke posisi (N) bisa menghemat kampas rem dan kampas kopling. Posisi ini juga bisa dipakai saat parkir pararel agar mobil bisa didorong maju dan mundur. Pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindah tuas ke posisi (N) untuk menghindari kerusakan.

5.    Drive (D)
Posisi D dipakai untuk menjalankan mobil ke depan dengan kondisi jalan datar. Kecepatan bisa didapat dengan mengatur tekanan kaki kita pada pedal gas. Akan terasa perpindahan gigi secara otomatis. Cepat lambatnya laju kendaraan tergantung pengaturan gas kita. Pada posisi ini kita bisa memacu kecepatan mobil sampai titik maksimal. Mesti diingat bahwa setelah memindah tuas pada posisi (D) jangan langsung tancap gas, tapi biarkan mobil melaju perlahan dengan sendirinya. Setelah itu baru tambahkan gas dengan perlahan. Agar transmisi kita bisa berumur panjang.

6.    D-3 atau 3 atau Over Drive (OD)
Posisi ini dipakai untuk membatasi kecepatan mobil, maksimal pada tingkat 3 (gear 3rd). Sehingga meskipun gas ditekan penuh tidak akan melebihi percepatan di gear 3rd. Posisi ini cocok untuk kontur jalan yang banyak tanjakan dan turunan dan tidak terlalu tinggi, seperti kontur jalan di tol Cipularang (Jakarta-Bandung). Bila tuas di posisi D-3 juga bisa dipakai untuk menyalip (overtaking), namun setelah itu mesti dikembalikan ke posisi semula.

7.    D-2 atau 2
Tuas diposisi D-2 atau 2 dipakai untuk menghadapi jalanan yang menanjak, tapi tidak terlalu curam. D-2 ini sama dengan fungsi “gigi 2” di mobil manual. Posisi ini membuat mobil memiliki tenaga lebih besar untuk menghadapi tanjakan. Posisi ini juga dipakai untuk menghadapi jalanan yang menurun dan panjang, karena berfungsi sebagai engine brake.

8.    Low (L)
Sama seperti D-2, posisi (L) juga dipakai untuk menghadapi jalanan yang menanjak, tapi terjal. Jadi bila kita menemui tanjakan yang terjal tuas harus digeser ke posisi (L). Posisi ini sama dengan “gigi 1” dimobil manual. Bagi para pengendara mobil manual pasti lebih mudah membayangkannya. Posisi (L) juga dipakai untuk menghadapi turunan yang sangat curam, karena berfungsi juga sebagai engine break.

9.    Tombol Shift Lock
Tombol ini fungsinya adalah untuk memindahkan tuas ke posisi (N) sewaktu kunci dicabut. Hal ini dilakukan agar mobil dapat didorong maju dan mundur. Karena itulah Shift lock dipakai ketika kita sedang memarkirkan mobil secara pararel. Geser tuas keposisi (P), kemudian matikan mesin dan cabut kontak (kontak hanya bisa dicabut ketika tuas ada diposisi (P). Namun, pada posisi tersebut mobil tidak bisa digerakkan maju dan mundur. Sedangkan bila tuas diposisikan ke (N) maka kunci tidak bisa dicabut. Di sinilah tombol shift lock ambil bagian. Caranya, tekan tombol shift lock dan tahan, kemudian geser tuas dari posisi (P) menuju (N), jika sudah, silahkan lepas tombol shift lock anda. Pastikan rem tangan (hand brake) tidak aktif. Sekarang mobil anda sudah bisa didorong maju dan mundur (Cara ini berbeda untuk tiap mobil, jadida juga yang menggunkan kunci dan tombol pada tuas. Jadi anda juga bisa melihat buku panduannya).

Demikianlah, gambaran singkat mengenai penggunaan transmisi automatic. Untuk lebih jelasnya, kita bisa belajar dari buku panduan. Karena, sebagaimana sudah dijelaskan di atas, simbol atau moda transmisi matic ini berbeda-beda pada setiap mobil. Meskipun begitu prinsip penggunaannya adalah sama. Selamat Berkendara dan jangan Lupa Patuhilah Rambu-Rambu Lalu-Lintas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...